Selasa, 30 September 2014

Regulasi Road Race 2014

1. PENDAHULUAN

Peraturan-Peraturan berikut ini, merupakan lampiran dan / atau tambahan / pelengkap dari Peraturan Dasar Olahraga berikut Lampiran-lampiran lain yang terkait, guna mengatur penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan balap sepeda motor di Indonesia (kecuali kegiatan tingkat Internasional).

2. PRINSIP DASAR

Peraturan-peraturan Perlombaan beserta Peraturan-peraturan lain, termasuk Peraturan Dasar Olahraga Nasional dan Lampiran-lampirannya yang terkait, wajib dipatuhi oleh semua pihak yang berpartisipasi dalam suatu perlombaan, baik Panitia Penyelenggara, Panitia Pelaksana maupun Peserta (lihat pasal 80.1 Peraturan Dasar Nasional).

Pelanggaran terhadap ketentuan atau peraturan-peraturan tersebut, dapat mengakibatkan jatuhnya sanksi atau sanksi-sanksi kepada pelaku atau para pelaku pelanggaran tersebut.

3. KELAS-KELAS UTAMA

Kelas-kelas Utama yang dilombakan untuk Kejuaraan Balap Motor di Indonesia atau disebut juga MOTORPRIX INDONESIA adalah :

Kelas Bebek 110 cc 4 Langkah Tune up Seeded, disingkat : MP 1

Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune up Seeded, disingkat : MP 2

Kelas Bebek 110 cc 4 Langkah Tune up Pemula A, disingkat : MP 3

Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune up Pemula A, disingkat : MP 4

Kelas Bebek 110 cc 4 Langkah Standar Pemula B, disingkat : MP 5

Kelas  Sport 600cc Terbuka, disingkat : MP 6

Adapun kelas-kelas lainnya – termasuk One Make Race – merupakan Kelas Pendukung (Supporting Class).

4. SPESIFIKASI TEKNIK SEPEDA MOTOR

Spesifikasi teknik untuk masing-masing sepeda motor tersebut pasal 3, harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan tentang

Teknik (lampiran E Peraturan Olahraga Nasional).

5. SIRKUIT

Perlombaan sepeda motor (kecuali untuk Kelas Sport 600cc harus dilaksanakan di sirkuit Sentul) harus dilaksanakan di sirkuit yang memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan telah diakui / disahkan atau dinyatakan laik oleh PP. IMI atau Pengda IMI sesuai dengan tingkat perlombaan tersebut.

Pengecualian terhadap peraturan tersebut diatas, dapat diberikan sepanjang menyangkut panjang lintasan balap / infrastruktur pendukung lain misalnya :

paddock, pit stop dan lain-lain selama tidak berpengaruh terhadap keselamatan dan keamanan bagi semua pihak yang berada di arena perlombaan.

 Lintasan balap harus diberi pagar pengaman.

Pemeriksaan sirkuit dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut :

Pemeriksaan I : dilaksanakan 3(tiga) bulan sebelum tanggal pelaksanaan perlombaan.

Pemeriksaan II : dilaksanakan 1(satu) bulan sebelum tanggal pelaksanaan perlombaan.

Pemeriksaan III : dilakukan oleh Dewan Juri 1(satu) hari sebelum perlombaan.

6. PANITIA PELAKSANA

Susunan, anggota dan pengangkatan Panitia Pelaksana diatur sebagaimana tercantum dalam pasal : 40, Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional.

7. PEMBALAP

7.1. Lisensi  / KIS (Kartu Ijin Start).

Para Pembalap yang mengikuti perlombaan, harus memiliki Kartu Ijin Start yang sesuai dengan cabang Olahraga Perlombaan tersebut (lihat pasal : 90, Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional).

7.2. Jumlah.

Jumlah Pembalap yang diperkenankan mengikuti suatu kelas, ditentukan dan dicantumkan dalam Peraturan Pelengkap Perlombaan.

Satu kelas (lihat pasal : 3), harus diikuti oleh setidak-tidaknya 5 (lima) orang Pembalap. Apabila jumlah pembalap yang mengikuti suatu kelas kurang dari 5 (lima) orang, maka lomba kelas tersebut ditiadakan.

7.3. Prioritas Penerima Pendaftaran.

Penerimaan pendaftaran untuk mengikuti nomor-nomor utama, diutamakan secara berturut kepada Pembalap atau Pembalap-Pembalap yang :

Masuk dalam peringkat  / posisi 1 s/d 15 dalam Kejuaraan Regional dan Kejurda pada tahun sebelumnya dan tercantum dalam Daftar Peringkat Nasional atau Daftar Peringkat Daerah tahun sebelumnya.

Kepada para Pembalap tersebut di atas, diberikan Nomor Start yang tetap, sesuai dengan nomor urut peringkatnya. Nomor-nomor start tersebut, tidak boleh diberikan dipakai oleh Pembalap lain.

Telah mendapat atau memiliki nilai dalam Kejurnas atau Kejurda pada tahun yang sama. Namanya tercantum dalam Daftar Peringkat Sementara Nasional atau Daerah pada tahun yang sama.

7.4. Daftar Peringkat.

7.4.1. Nasional.

Setiap tahun PP. IMI akan menyusun dan mengeluarkan Daftar Peringkat Nasional, berdasarkan hasil/jumlah nilai yang diperoleh masing-masing Pembalap tersebut dalam seri Kejurnas tahun sebelumnya.

Daftar tersebut harus dijadikan pedoman oleh Panitia Penyelenggara dalam menerima pendaftaran dan menentukan Nomor Start para Pembalap yang mengikuti perlombaan yang diselenggarakan (lihat pasal : 7.3).

7.4.2. Daerah.

Daftar Peringkat Daerah disusun dan dikeluarkan oleh Pengda IMI, berdasarkan hasil/jumlah nilai yang diperoleh masing-masing Pembalap dalam seri Kejurda pada tahun sebelumnya.

Daftar tersebut harus menjadi pedoman Panitia Penyelenggara, dalam menentukan prioritas penerimaan pendaftaran dan penentuan Nomor Start Pembalap-Pembalap tersebut dalam perlombaan yang diselenggarakan (lihat pasal : 7.3).

Daftar Peringkat Daerah harus dikirim juga ke PP. IMI, yang akan menyampaikan ke semua Pengda.

7.4.3. Perubahan Daftar Peringkat.

PP. IMI atau Pengda IMI, berhak untuk mengadakan perubahan atau perubahan-perubahan pada Daftar Peringkat yang dikeluarkannya.

Perubahan-perubahan tersebut beserta tanggal mulai berlakunya, harus segera diumumkan.

7.5. Kategori Pembalap.

Pembalap road race dibagi menjadi 3 (tiga) kategori sebagai berikut :

Seeded

Pemula A

Pemula B

Daftar Pembalap untuk masing-masing kategori ditentukan dan dikeluarkan oleh PP. IMI .

Daftar tersebut harus menjadi pedoman untuk menentukan kelas / nomor lomba yang diijinkan untuk diikuti oleh seorang Pembalap.

Adapun kelas / nomor lomba tersebut adalah sebagai berikut :

KATEGORI        SEEDED                  PEMULA A              PEMULA B

KELAS

MP 1                     YA                         TIDAK                       TIDAK

MP 2                     YA                         TIDAK                       TIDAK

MP 3                  TIDAK                         YA                             YA

MP 4                  TIDAK                         YA                             YA

MP 5                  TIDAK                       TIDAK                          YA

MP 6                     YA                            YA                             YA


CATATAN :

Setiap pembalap apapun kategorinya, hanya diijinkan untuk mengikuti sebanyak-banyaknya 3 (tiga) kelas termasuk kelas / nomor pendukung yang diperuntukkan bagi kategori pembalap yang bersangkutan.

Pembalap yang diperbolehkan mengikuti lomba (start) kelas-kelas yang dilaksanakan di sirkuit permanen adalah mereka yang catatan waktu terbaiknya dalam latihan kualifikasi (QTT), tidak melampaui batas yang ditentukan yaitu 110% dari catatan waktu terbaik pembalap yang yercepat.

Lomba kelas-kelas Seeded dilaksanakan dengan sistem poin (lihat pasal 11.1)

Apabila peserta kelas ini cukup banyak maka digunakan sistem campuran (lihat pasal 11.2)

Setiap pembalap hanya diijinkan mendaftar satu kali di kelas yang sama.

7.6. Kriteria Pembalap Seeded.

Pembalap yang menduduki peringkat I, II, dan III dalam daftar peringkat Nasional/ Regional, pada kelas MP 3 dan MP 4 tahun sebelumnya.

Pembalap yang selama 2 (dua) tahun menjadi juara 1 (satu) pada kelas MP 3 dan MP 4, pada kegiatan tingkat Daerah, kegiatan balapan satu merek dan kelas Pendukung.

Pembalap yang selama 1 (satu) tahun sebelumnya pernah menjadi juara 1(satu) lebih dari sekali pada kelas Utama untuk MP 3 dan MP 4 pada kegiatan tingkat Nasional / Regional.

Atas usulan dari setiap Pengda IMI atau usulan dari Komisi Balap Motor PP IMI.

Catatan :

Daftar Seeded daerah berlaku secara Nasional.

Pembalap kategori Seeded tidak dapat turun ke peringkat Pemula.

7.7. Kriteria Pembalap Pemula A.

Pembalap Kategori Pemula tahun 2008 yang berusia diatas 18 tahun.

Pembalap yang yang berada di peringkat I, II, dan III dalam Daftar Peringkat Nasional/Regional, pada Kelas MP5 di tahun sebelumnya.

Atas usulan dari setiap Pengda IMI dan/atau usulan dari Komisi Balap Motor PP IMI.

Catatan :

Daftar Pemula A Daerah berlaku secara Nasional.

Pembalap kategori Pemula A tidak dapat ikut di kelas MP 5.

7.8. Kriteria Pembalap Pemula B.

Pembalap Kategori Pemula tahun 2008 yang berusia dibawah atau sama dengan 18 tahun. (Tahun kelahiran 1990, 1991, dst). Tahun kelahiran 1989, 1988, dst DILARANG IKUT.

Pembalap yang tidak termasuk dalam Daftar Pembalap Seeded dan Pemula A

Catatan :

Daftar Pemula “B” Daerah berlaku secara Nasional.

Pembalap kategori Pemula “B” dapat ikut di kelas MP 3 dan MP 4.

8. PEMERIKSAAN TEKNIK (SCRUTINEERING)

Pemeriksaan sebelum acara latihan dilakukan terhadap sepeda motor dan pakaian (termasuk helm) yang akan dikenakan oleh Pembalap.

Pemeriksaan sepeda motor meliputi :

Berat sepeda motor.

Hal-hal yang menyangkut faktor pengamanan / keselamatan (safety) pada sepeda motor maupun pakaian termasuk sepatu, sarung tangan, kacamata

pelindung dan helm.

Sesuai tidaknya sepeda motor tersebut (kecuali bagian dalamnya) dengan Ketentuan-ketentuan atau Peraturan yang ditentukan dan tercantum dalam Peraturan tentang Teknik dan Peraturan-peraturan lainnya (termasuk Peraturan Pelengkap Perlombaan ).

Pemeriksaan teknik yang dilaksanakan setelah lomba selesai meliputi semua spesifikasi teknik sepeda motor tersebut, terutama menyangkut mesinnya.

Knalpot setelah lomba harus dalam keadaan utuh tidak boleh patah atau ada bagian yang hilang. Pelanggaran ini akan di kenakan sanksi yang berlaku.

Pemeriksaan teknik yang dilakukan terhadap sepeda motor menyusul terjadinya kecelakaan, mencakup semua aspek “Safety” .

9. JADWAL LATIHAN RESMI

Sabtu

Race            Jam                Waktu                         Acara

SC           08.00-12.00         4 jam            Scrutineering & Administrasi

BP           12.05-12.25         20 mnt         Briefing Peserta

P1           12.30-12.45         15 mnt         Latihan kelas MP5

P2           12.50-13.05         15 mnt         Latihan kelas MP1

P3           13.10-13.25         15 mnt         Latihan kelas MP4

               13.30-13.40         10 mnt         Istirahat

P4           13.45-14.00         15 mnt         Latihan kelas MP2

P5           14.05-14.20         15 mnt         Latihan kelas MP3

               14.25-14.40         15 mnt         Istirahat

QTT        14.45-15.15         30 mnt         QTT kelas MP1

               15.20-15.35         15 mnt         Istirahat

QTT        15.40-16.10         30 mnt         QTT kelas MP2


Latihan-latihan termasuk Latihan Kualifikasi diselenggarakan sesuai dengan pasal : 5, Peraturan Umum Balap Sepeda Motor.

10. POSISI START

10.1. Penentuan Posisi Start.

10.1.1 Apabila diadakan Latihan Kualifikasi, maka posisi start ditentukan berdasarkan catatan waktu terbaik dicapai masing-masing Pembalap dalam latihan tersebut.

10.1.2 Apabila tidak diadakan Latihan Kualifikasi, maka posisi start dapat ditentukan dengan cara :

Sesuai Daftar Peringkat Nasional atau Daftar Peringkat Daerah.

Penentuan posisi start bagi Pembalap-Pembalap yang tidak masuk daftar tersebut dilakukan dengan cara diundi.

Diundi (bagi seluruh Pembalap yang mengikuti nomor lomba tersebut).

10.2. Susunan Posisi Start.

Posisi Start disusun miring (eselon) sebagai berikut :

Baris pertama : 4 Baris ketiga    : 4

Baris kedua    : 4 Baris keempat : 4

Posisi Start 1 (Pole Position) berada di sisi yang berlawanan dengan arah tikungan pertama.

11. SISTEM PERLOMBAAN

Dengan mempertimbangkan jumlah Pembalap yang mengikuti perlombaan serta panjang dan lebar jalur balap, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan aspek “Safety”, maka perlombaan dapat dilaksanakan dengan sistem-sistem sebagai berikut :

11.1. Sistem Nilai / Point System.

Dalam sistem ini perlombaan dibagi menjadi 2 Race, dengan jarak yang sama.

Tenggang waktu (interval) antar race setidak-tidaknya 60 menit.

Pembalap diizinkan mengikuti race 2, walaupun Pembalap tersebut tidak menyelesaikan atau bahkan tidak mengikuti race 1.

Pembalap-Pembalap yang menyelesaikan tiap race (finisher), memperoleh nilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku (lihat pasal : 17, Peraturan Umum Balap

Sepeda Motor).

Urutan pemenang perlombaan yang mempergunakan sistem ini, ditentukan oleh jumlah nilai yang diperoleh masing-masing Pembalap pada Race 1 dan 2.

Apabila terdapat lebih dari seorang Pembalap yang memperoleh nilai sama, maka urutan/peringkatnya ditentukan sesuai peraturan yang berlaku (lihat pasal 17 : Peraturan Umum Balap Motor).

11.2. Sistem Penyisihan.

Dalam sistem ini perlombaan dibagi menjadi Babak Penyisihan dan Babak Final.

Pembalap yang mengikuti perlombaan ini, dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti Babak Penyisihan.

11.2.1 Babak Penyisihan.

Babak Penyisihan dilaksanakan secara kelompok demi kelompok. Sejumlah pembalap tertentu yang menempati posisi/peringkat “atas” dalam babak Penyisihan, berhak mengikuti Babak Final.

Jumlah Pembalap dari masing-masing kelompok yang berhak mengikuti Babak Final, ditentukan berdasarkan jumlah Pembalap kelompok tersebut yang

mengikuti lomba dan diumumkan pada saat Briefing Peserta.

11.2.2 Babak Final.

Jumlah Pembalap yang berhak mengikuti ke Babak Final, ditentukan dan tercantum dalam Peraturan Pelengkap.

Tenggang waktu (interval) antara start Babak Final dengan start Babak Penyisihan untuk kelompok terakhir, setidak-tidaknya 60 menit.

11.3. Sistem Campuran.

Dalam sistem ini dikenal adanya Babak Penyisihan dan Babak Final.

11.3.1 Babak Penyisihan.

Dilakukan sesuai pasal 11.2.1.

11.3.2 Babak Final.

Perlombaan Babak Final dilakukan dua kali (Race 1 dan 2) dan dilaksanakan sesuai dengan pasal 11.1


12. START

Start dilakukan dalam keadaan mesin hidup / menyala. Tata cara start tercantum dalam pasal 7.1.1. Peraturan Umum Balap Motor.


13. URUTAN PEMENANG / PERINGKAT

Sesuai dengan pasal : 14.1, Peraturan Umum Balap Sepeda Motor.

14. HADIAH

14.1. Hadiah Trofi.

Trofi diberikan kepada sekurang-kurangnya 5 (lima) orang Pembalap yang menduduki peringkat 1 s/d 5.

14.2. Hadiah Uang.

Besarnya hadiah uang yang diberikan kepada para pemenang Kejuaraan Utama ditentukan oleh PP. IMI.

Adapun besarnya uang hadiah untuk tiap Kelas Utama Kejuaraan Balap Motor tersebut adalah sebagai berikut :

Hadiah untuk kelas-kelas PEMULA A dan B :

Juara I    :               Rp. 1.500.000,-

Juara II  :               Rp. 1.000.000,-

Juara III :               Rp.   800.000,-

Juara IV :               Rp.   700.000,-

Juara V  :               Rp.   500.000,-

Hadiah untuk Kelas-kelas SEEDED :

Juara I   :               Rp. 2.000.000,-

Juara II  :               Rp. 1.300.000,-

Juara III :               Rp. 1.000.000,-

Juara IV :                Rp.   800.000,-

Juara V :                 Rp.   600.000,-


Hadiah uang tersebut dibagikan dengan ketentuan :

Keseluruh hadiah uang tersebut diatas dibagikan, apabila jumlah Pembalap yang mengikuti Kelas tersebut sekurang-kurangnya 10 orang.

Apabila jumlah Pembalap yang mengikuti Kelas tersebut 5 orang atau lebih tetapi kurang dari 10 orang, maka hadiah uang hanya diberikan kepada Juara I s/d III. Juara IV dan V hanya menerima trofi saja.

15. BIAYA PENDAFTARAN

Pendaftaran normal adalah hari Senin sampai Kamis di minggu kejuaraan.

Pendaftaran dengan denda adalah Hari Jumat dan Sabtu, sebelum Briefing.

Dengan uang pendaftaran maksimal Rp.150.000,- per kelas. Biaya pendaftaran ditambah denda maksimal Rp 250.000.- / kelas.

16. PROTES DAN BANDING

Hak dan tatacara pengajuan protes dan/atau banding diatur dalam Peraturan Dasar tentang Disiplin dan Peradilan (lampiran : B, Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional).

17. LINTASAN UNTUK BALAP MOTOR

Panjang lintasan minimal 1,2 Km (1 putaran)

Lebar minimum 6 meter

Jalur lurus harus dipisah dengan ban atau karung dengan tinggi 60 cm.

Pengaman jalur tikungan dengan ban atau karung dengan tinggi 75 cm.

Lintasan lurus tidak lebih dari 400 meter dihitung dari r/corner/tikungan terakhir sebelum lintasan lurus sampai dengan tikungan berikut setelah lintasan lurus tersebut.

Jarak tempuh lomba Kelas-kelas Utama :

Kelas – kelas Utama :

Babak Penyisihan dan Semi Final : 10 km.

Babak Final / Race 1 dan 2 : 20 km.

Super Sport 600cc:

Sama dengan jumlah lap pada Kejuaraan Asia.

Jarak tempuh lomba dapat ditoleransi sebesar 5% up.


BLACK FACTORY RACING “Engine To Your Performance”

Twitter       : @speed_ID
Instagram  : @speed_ID
Whatsapp   : 0896 0387 5099
Bbm           : 30B3D1B7

Karakter Pulley Road Race & Drag


Dasarnya matic emang agak lemot diputaran bawah, tapi dijaman yang harus serba cepat ini pengguna matic juga banyak yang pengen tunggangannya Wuuuuuuuzzh (kencang) :D

Akhirnya banyak yang asal beli pulley atau rumah roller, tanpa mengetahui fungsi dan kegunaan pulley itu sendiri.

Seperti kebtuhan untuk track panjang dan pendek, berbeda spek. Pulley untuk track panjang seperti di drag bike. Ada juga pulley untuk track pendek seperti di road race.

Tergantung juga pada kapasitas mesin yang digunakan. Jangan caplok pulley untuk drag kalau motor masih standar atau hanya 130 cc. Dipastikan tarikan awal malah akan jadi makin lemot.

Dalam memodifikasi pulley yang tepat untuk kebutuhan motor kita, bisa konsultasi kepada mekanik road race dan drag bike.

Balap road race, kebanyakan didukung track pendek. Panjang track lurus di bawah 200 meter. Banyak tikungan dan track-track pendek kurang dari 100 meter.

Kalau track seperti  ini, setingan mesin harus dibuat mudah teriak. “Agar rpm mesin cepat melonjak”. Kalau di motor bebek dibuat seperti kopling.

Untuk mengakali agar teriak di rpm bawah, Main pasang ring tambahan di pulley depan. Aslinya hanya satu ring, ditambah jadi dua ring Atau bikin ring sendiri yang lebih tebal, Yang penting bisa dipasang.



Road race. Ring rumah roller dipasang 2 atau 1 tapi tebal

Bagi yang tidak senang modifikasi, bisa juga beli pulley jadi yang bisa agan dapatkan di speed shop di kota agan-agan sekalian. Namun pulley untuk trek pendek ini memang susah dilacak. Seperti buatan Kawahara ada pulley K3 untuk Mio.

Satu set terdapat pulley, tutup pulley (besi) dan dilengkapi roller Yamaha Fino.

Pulley ini aslinya memang untuk drag bike. “Kalau untuk road race, rollernya diganti pakai punya Mio,” Sehingga mesin lebih cepat berteriak ketika akselerasi karena celah roller yang longgar.


Kalau mau modifikasi pulley standar untuk keperluan drag bike, tentunya tetap bisa saja, terutama motor yang sudah kena sentuhan bore up. Caranya cukup dengan memotong bushing dudukan puli rumah roller, potong cukup 1-2 mm atau secukupnya. Tergantung kemaun dan keperluan.

Cara murah-meriah ini banyak diterapkan mekanik balap liar atau drag bike, agar v-belt bisa terangkat tinggi dan top-speed melonjak. Namun putaran bawah atau akselerasi rada berat karena v-belt sudah terjepit puli.



Buat drag bike atau track panjang, bushing dipotong

Pulley juga ikutan dimodifikasi. Alur roller dibuat sampai atas. Sehingga roller bisa naik dan top-speed yang diinginkan bisa digapai.




Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yg berguna bagi diri, lingkungan dan orang lain.

Itulah dasar pemikiran gw menulis artikel tentang mesin dan modifikasi, SO!! Terima kasih buat agan-agan yang senantiasa mampir dan membaca tulisan sederhana gw ini.


BLACK FACTORY RACING “Engine To Your Performance”

Twitter       : @speed_ID
Instagram  : @speed_ID
Whatsapp   : 0896 0387 5099
Bbm           : 30B3D1B7

Batas Aman RPM Mesin Bore Up


Bagaimana cara kita mengetahuinya kalo mesin yang udah kita korek tersebut masih dalam tahap aman?? Tanpa bermaskud untuk menggurui karena gw juga masih belajar, belajar dan belajar , jadi ini hanya sekedar informasi yg gw ketahui.

Masih menganut rumus lama untuk mencari batas aman rpm mesin terhadap mesin korekan baik itu korek harian (kohar) ataupun mesin kompetisi.


Langsung aja, Idealnya piston itu memiliki kecepatan disebut  Piston Speed (PS)  pada angka 21 meter / detik atau = (21m/s) (mesin Standar ), jika piston speed bergerak di atas angka 21m/s piston akan rawan jebol .



Tenang kita punya cara untuk menghitung piston speed dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

( 2 x Stroke (dalam satuan meter)  x Rpm)/60


Keterangan :

- Angka 2 merupakan gerak naik turun piston saat mesin berputar 1 x putaran penuh.

- Stroke / langkah piston  (satuan ukuran langkahnya di rubah dari milimeter ke meter)

- RPM mesin yang ingin di tentukan batas amanya.

- 60 adalah  RPM (Rotari per Menit) di rubah menjadi Detik (second) 1 menit = 60 detik


Karna  pada ulasan ini mencari batas kita menggunakan angka 21 m/s  - 22 m/s sebagai limit ideal piston speednya karna kebanyakan motor-motor yang kita oprek dan komponen partnya memiliki basic mesin standar pabrik.


Coba hitung gan

1. Contoh yang paling familiar Mio bore up 58mm



Diketahui :

- Stroke standar mio : 57 mm

- Batas Rpm yang diinginkan misal : 11500 rpm

Jawab :

( 2 x Stroke (satuan meter)  x Rpm)/60

2 x 0,057 x 11500 / 60 = 21,85 m/s Amaaaaaaaan :D


Susah bukan berarti gak bisa, selama kita mau belajar selama itu pula keberhasilan menunggu.

Selamat mencoba.


BLACK FACTORY RACING “Engine To Your Performance”

Twitter       : @speed_ID
Instagram  : @speed_ID
Whatsapp  : 0896 0387 5099
Bbm           : 30B3D1B7


Senin, 29 September 2014

Rx King vs Rxz


Bagi para pecinta motor 2Tak tentu tak asing dengan kedua jagoan dari pabrikan Garputala ini, Rx king dan Rxz.

Kedua motor ini memang sekilas hampir sama karena kapasitas tertulis 135cc, namun tidak semua sama dengan keduanya. Karena sebenarnya spesifikasi jelas berbeda, pengen tau apa saja perbedaan kedua motor ini?? Cekidooooooooot!!!


Rx King

MESIN

Tipe Mesin                         : 2 Langkah, Air Cooled

Diameter x Langkah          : 58,0 x 50,0 mm

Volume Silinder                 : 132 cc

Perbandingan Kompresi    : 6,9 : 1

Kopling                               : Manual, Basah, Multiplat

Susunan Silinder                : Satu / Miring

Gigi Transmisi                     : 5 Kecepatan

Pola Pengoperasian Gigi    : 1-N-2-3-4-5

Karburator                           : VM 26 x 1 MIKUNI

Kapasitas Oli Samping        : 1 Liter

Baterai                                 : GM 3-3B/12,3

Busi : BP 8HS-10

Sistem Pengapian               : CDI

Sistem Pelumas                  : Autolube


SUSPENSI/BAN

Suspensi Depan                  : Teleskopik

Suspensi Belakang              : Swing Arm

Ukuran Ban Depan              : 2.75-18-4 PR

Ukuran Ban Belakang         : 3.00-18-4 PR


CHASSIS

Berat Kosong                       : 100 kg

Tipe Rangka                         : Double Cradle

Kapasitas Tangki                  : 9,5 Liter

Jarak Sumbu Roda               : 1245 mm

Jarak Terendah ke Tanah    : 160 mm

Jarak Tempat Duduk            : 770 mm


PERFORMA

Dimensi PxLxT                     : 1970 x 735 x 1065 mm

Sistem Starter                      : Kick

Daya Maksimum                  : 18,5 PS/9.000 RPM

Torsi Maksimum                  : 1.54 KGF.M/8.000 RPM


SISTEM PENGEREMAN

Rem Depan                       : Cakram, Double Piston (Tahun 2000 keatas) Single Piston (Tahun 2000 kebawah)

Rem Belakang                   : Tromol



RXZ

Tipe Mesin                         : 2 Langkah, Air Cooled

Diameter x Langkah          : 56,0 x 54,0 mm

Volume Silinder                  : 133 cc

Perbandingan Kompresi     : 7,0 : 1

Kopling                                : Manual, Basah, Multiplat

Susunan Silinder                 : Satu / Miring

Gigi Transmisi                     : 6 Kecepatan

Pola Pengoperasian Gigi    : 1-N-2-3-4-5-6

Karburator                           : Mikuni VM26

Kapasitas Oli Samping        : 1 Liter

Sistem Pengapian                    : CDI

Sistem Pelumas                       : Autolube


SUSPENSI/BAN

Suspensi Depan                       : Teleskopik

Suspensi Belakang                     : Dual Shock

Ukuran Ban Depan                     : 2.75-18-4 PR

Ukuran Ban Belakang                : 3.00-18-4 PR


CHASSIS

Berat Kosong                              : 106 kg

Tipe Rangka                                : Double Cradle

Kapasitas Tangki                        : 13,0 Liter


PERFORMA

Sistem Starter                            : Kickup

Kecepatan maksimal                 : 150 km/h

Daya Maksimum                       : 20,0 PS / 8.500 RPM

Torsi Maksimum                       : 1.85 KGF.M / 7.500 RPM


SISTEM PENGEREMAN

Rem Depan                               : Cakram, Single Piston

Rem Belakang                             : Tromol


Itulah sedikit info yang bisa gw bagi saat ini. Mohon maaf jika data yang kami miliki kurang lengkap, buat yang memiliki data yang lebih lengkap silakan tanbahkan info pada komentar. Terima kasih.


BLACK FACTORY RACING “Engine To Your Performance”

Twitter       : @speed_ID
Instagram  : @speed_ID
Whatsapp  : 0896 0387 5099
Bbm           : 30B3D1B7

EFEK DARI MERUBAH DERAJAT BUKA-TUTUP NOKEN AS DAN JARAK LSA


Dibawah ini adalah ilustrasi bagaimana variasi dapat dilakukan dalam menyeting LSA dan waktu buka-tutup klep akan memberi efek terhadap sifat mesin sebagai reaksi terhadap pemasangan noken as / camshaft.


Efek Menggeser Posisi Noken As / Camshaft


Memajukan Timing Cam


Memulai proses hisap lebih cepat

Klep Inlet membuka lebih cepat

Menambah torsi pada putaran bawah

Jarak klep in ke piston semakin dekat

Menambah jarak klep buang ke piston 


Memundurkan Timing Cam


Menahan proses hisap berakhir lebih lambat

Tetap membuka klep inlet

Menambah lebih banyak tenaga RPM atas

Menambah jarak aman piston – Klep in

Mengurangi Piston-Exhaust Valve Clearance


Efek Merubah Lobe Separation Angel (LSA)


Tighten (smaller LSA number)


Menggeser torsi ke RPM rendah

Torsi maksimum meningkat       

Rentang tenaga sempit

Tekanan dalam silinder meningkat          

Kemungkinan knocking tinggi    

Meningkatkan tendangan balik kruk as

Meningkatkan Kompresi efektif               

Kevakuman saat stasioner berkurang

Kualitas stasioner buruk

Overlaping meningkat

Proses Kompresi dan usaha lebih lama



Widen (larger LSA number)


Mengembangkan torsi di RPM tinggi

Torsi maksimum menurun

Rentang tenaga lebar

Mengurangi Maximum Cylinder Pressure

Kemungkinan engine knock rendah

Mengurangi tendangan balik kruk as

Menurunkan Effective Compression

Stasioner nyaman

Kualitas saat stasioner membaik

Overlaping kecil

Saat klep menutup bersamaan lebih sedikit


Contoh menghitung durasi noken as Yamaha Vega R :

Intake membuka 27 derajat sebelum TMA, menutup 53 derajat setelah TMB

Exhaust membuka 55 sebelum TMB, menutup 29 derajat setelah TMA

Mari kita hitung durasi, LC, LSA

durasi In = 27 + 180 + 53 = 260 derajat

durasi Ex = 55 + 180 + 29 = 264 derajat

Lobe center In = 260 / 2 – 27 = 103 derajat

Lobe center Ex = 264 / 2 – 29 = 103 derajat

LSA = 103 derajat



LSA Cam


Hanya segitu pengetahuan yg bisa gw bagikan buat agan-agan semua yang sudah secara suka rela mampir di rumah gw ini, selebihanya silakan praktekin sendiri dirumah maupun di bengkel.

Karena sebuah teori tak akan berguna jika tak diamalkan, dengan praktek juga kita akan mengetahui benar atau tidaknya teori yang kita pelajari. Bukan begitu gan?? :D


BLACK FACTORY RACING “Engine To Your Performance”

Twitter       : @speed_ID
Instagram  : @speed_ID
Whatsapp  : 0896 0387 5099
Bbm           : 30B3D1B7

 
Blogger Templates